PT Perkebunan Nusantara X (Persero), Berhasil dalam Meningkatkan Rendemen Tebu.

"Sedangkan PG Ngadiredjo sekarang tercatat sebagai PG dengan rendemen tertinggi di seluruh PG milik BUMN," ujar Sekretaris Perusahaan PTPN X, M. Cholidi di Surabaya (22/10)... readmore> Update by Khatulistiwa Nusantara Media- www.khatulistiwanusantaramedia.com.


Salam Nusantara

Korupsi di negeri ini memang luar biasa. Sedemikian luar biasanya sehingga KPK dan lembaga kepolisian harus bertengkar sendiri secara terbuka tentang bagaimana cara menangani anggotanya yang diduga melakukan korupsi..... readmore> Update by Khatulistiwa Nusantara Media- www.khatulistiwanusantaramedia.com.

BRAVOO.....SEMAKIN TERDEPAN, Polres Sidoarjo Gelar Operasi Zebra SEMERU 2012

Sidoarjo, KNM – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih cukup tinggi, hal ini disebabkan karena faktor manusianya (Pengemudi).... readmore> Update by Khatulistiwa Nusantara Media- www.khatulistiwanusantaramedia.com.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Harun

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Harun, Siap Memberlakukan Kurikulum Baru.

Surabaya, KNM. Jawa Timur siap memberlakukan kurikulum baru yang mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2013 mendatang. Saat ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur telah menyiapkan segala yang diperlukan termasuk kesiapan SDM.... readmore> Update by Khatulistiwa Nusantara Media- www.khatulistiwanusantaramedia.com.

Kepala Dinas Peternakan Jatim Siap Hadapi Pendemo Daging

Surabaya, KNM. Kelangkaan daging sapi dua hari belakangan ini, membuat banyak pihak terheran-heran. Sebab, terkhusus di Jatim stock/persediaan daging sapi masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.... readmore> Update by Khatulistiwa Nusantara Media- www.khatulistiwanusantaramedia.com.

Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

EASTERN BLAZER’S LEGION CLUB, “JOURNEY TO THE CENTER OF THE KELUD”

EASTERN BLAZER’S LEGION CLUB
“JOURNEY TO THE CENTER OF THE KELUD”.

Jatim, Kelud–Rabu, (19/02) yang lalu, Erupsi Kelud sangat berdampak pada disebagian wilayah Indonesia, “The Journey To Center Of The Kelud”, ini merupakan sebuah perjalanan bersama keluarga blazer untuk bisa membantu dalam berkomunitas, apa yang bisa kami berikan, tidak sebesar bantuan lainnya, tetapi hal ini, bisa memberikan pembelajaran bagi kami, untuk bisa meng-aplikasikan ideology kami yaitu, PANCASILA”, kata Andik Butho. EASTERN BLAZER’S LEGION CLUB ini merupakan komunitas pencinta mobil blazer, yang berada dijawa timur, seperti : (B-CSBY)Blazer Club Surabaya/M.Sofyan, Mataraman/Andik Butho, (BKR)Blazer Kediri Raya/Didik Soegiarto, (BPC)Blazer Ponorogo Club/Edy Kabuel. Note: (8-9/02) - Acara touring Blazer’s family kunjungan diwisata gresik pantai delegan. (joe)

Rabu, 27 November 2013

Painting Exhibition “The Journey” (Start to begin . . .)


Painting Exhibition 
“The Journey” (Start to begin . . .)
by.(*Joe)

Yunus A. Rahman - Ketua.
Salam Budaya, PAINTING EXHIBITION, ini dengan mengambil sebuah ringkas tajuk yang  diapresiasi, dengan judul,“The Journey”, (Start to begin,....). Disaat dikonfirmasi oleh wartawan KNM kepada pelukis-pelukis Sangar Seni Satu Sati ini(SSS), Yunus A. Rahman yang termasuk juga, sebagai ketua panitia, mencoba mengulas dengan nada santai dan juga kepulan asap tergumam dirongga mulut, katanya,”bahwasanya event yang kami beri tema,“The Journey”, start to begin, ini, adalah awal dari sebuah kegiatan yang kami suguhkan kepada masyarakat tercinta disurabaya, adalah mengulas sebuah perjalanan dari sebuah Nestapa sebuah pengertian yang sangat dalam, kami ber-usahan mencoba menangkap,”pulung-pulung”atau tanda-tanda yang bertebaran di masyarakat sekitar, yang dipenuhi dengan rasa kesesakan dari sebuah penghayatan sebagai pelaku seni rupa yang seharusnya bertugas dalam menangkap pesan-pesan yang kami maknai lalu kami goreskan dalam sebuah kanvas putih dari hati kami, halang rintang, tiupan badai yang disertai deru-debunya gejolak pemerintahan saat ini, berjalan dimedan terjal untuk mengganjal dari perihnya jasmani kami dari sebuah ketidak-pedulian terhadap pendidikan budaya seni rupa, yang penuh dengan krikil-krikil dari isue-isue politik yang sangat menyedihkan. 

Ini adalah Exhibition/Pameran, yang kami kibarkan di bulan November,18 tepat pukul 19.30wib, center point budaya, di Galeri Surabaya, DKS/Balai Pemuda Surabaya. Pameran sebenarnya akan dibuka oleh Walikota Surabaya, Ibu Ir. Tri Rismaharini MT, didampingi pula oleh ketua DPRD Kota Surabaya, Moch. Mahmud S.Sos dan Ketua Dewan Kesenian Surabaya Sabrot D Malioboro, sekelebat kabar dari wakil ibu  risma datang dengan menyampaikan pesan bahwa ibu kebetulan secara tiba-tiba mendadak sakit, dengan kondisi yang tiba-tiba itu, oleh MC(master of ceremonial) pun diambil alih dan langsung dikabarkan oleh tamu undangan yang sudah penuh sesak, kata MC,“ Tamu Undangan yang Terhormat, dikabarkan bahwa, Ibu Risma tidak bisa menghadiri acara tersebut, dikarenakan sakit dan sednag dirawat dirumah sakit, dengan sigappun MC mengajak tamu undangan untuk mendokan ibu Ibu Ir. Tri Rismaharini MT, dengan sunyi-senyap dan khusuk, mendoakan, harapan cepat sembuh.

Acara pun langsung berlanjut, sambutan pertama oleh Ketua Panitia Sangar Satu Hati oleh Yunus A.Rahman selaku ketua panitia, sambutan kedua, oleh Bapak Mochtar yang juga sebagai Ketua didalam lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Surabaya(GRS), untuk memberikan pidato dan juga semangat serta pesan dan kesan kepada tamu undangan yang hadir saat itu,”Hendaknya kita tetap, mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perang sengit kala itu dan sekaligus juga menggegerkan dunia internasional, pada perang 10November1945 silam, yang terjadi di kota surabaya, sekitar kita dan juga d'jiwanya juga bersama kita saat ini, tegas Mochtar, diakhiri dengan kata, Merdeka,...Merdeka,...Merdeka, tamu undangan pun memberikan temukan sambutan yang meriah. Berlanjut dengan Ibu Aries S Setyawati yang juga sebagai pemerhati budaya, seiring katapun serangsur hening. Performent Art oleh Aris THR, dimana dia melukis dengan kuas tangan bercampur dengan tinta warna-warni, membntuk sebuah objek gambar yang melukiskan cerita perjalan pelukis yang penuh dengan memperjuangkan sesuatu yang tidak kenal lelah bersama dengan anak dan istrinya untuk mempertahankan hidup ini, dengan asyiknya terdapat di belakang /dibalik kanvas, kita temui alunan musik dari BeeGees-First of May, dengan seorang tua dengan menggegam saxophone yang ikut mengiringi si Aries THR, ini untuk bisa mengekspresikan di kanvas hatinya, itu dia, sia tua dengan mengenakan topi, yang akrab dipanggil oleh Edypet. 


Seniman Hidup di Atas BECAK.
Pembukaan Pameran ,”The Journey”,(start to begin,....) dibuka oleh Ketua DPRD Kota Surabaya, bapak kita yang tercinta yaitu, Bapak Moch. Mahmud S.Sos, kata MC. Edufikasi pun bergulir dalam arena pertunjukan oleh rekan-rekan seni rupa sangar satu hati dengan tamu undangan yang hadir. Tari Remo kebangga surabaya pun berperan apik dan lemah gemulai itu diperankan oleh adik kita yang setiap harinya   melakukan aktivitasnya yang menimba ilmu di SDN Pacakeling 1 Surabaya, yaitu adik Dian dan Berta, dengan sentuhan manis dan penuh budaya juga memberikan rangkain bunga kebapak Moch.Mahfud S.Sos berserta juga ibu Aries S Setyowati sebagai pemerhati lukisan, keakraban pun menjadi hangat saat wartawan KNM ini mengamati, serta memperhatikan event yang begitu kecil namun tidak menghilangkan arti kaitan-kaitan dari dimensi-dimensi yang hadir saat itu. Saat bersamaan pintu yang sebelumnya terkunci, kini sudah terbuka setelah event, “The Journey”, itu dibuka. Tamu undangan pun masuk bersama-sama dan taklupa juga sebingkis tumpeng lengkap dengan komposisi yang dikatakan pecel suroboyo, lengkap rasanya untuk bisa mengamati lukisan-lukisan yang tergantung di dinding-dinding sambil menikmati jamuan malam itu. Diluar pintu masuk, terdengar syair-syair yang mengalur dengan rasa harmonis untuk dengan alunan musik syaduh yang terdengar lirih tanpa lebih dari sang penyair untuk menyampaikan sesuatu, itu dia si penyair dikenal dengan nama, “MardiSatra”, yang saat itu membacakan puisinya di atas becak yang sehari-harinya menemanininya untuk mencari segegam beras.

Sangar Satu Hati ini mempersembahkan sebuah pertunjukan yang menurut wartawan KNM ini memang benar-benar, “The Journey”, start to begin, … pelukis-pelukis sangar satu hati ini, antara lain  : Aris THR, Budi An, Lutfi Shakato, Teguh Muhamad dan yang terakhir Yunus A. Rahman, yang memang benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk sebuah KEBUDAYAAN SENI RUPA. Salam Budaya !!! Semoga Temen-temen Sangar Seni Satu Hati, Sukses. (joe)



Jumat, 20 September 2013

“Insiden Bendera 19 September 1945, Kejahatan Perang Eks Sekutu Yang Terlupakan”.


Merdeka....
Soudara-saudara, rakyat jelata, diseluruh indonesia, terutama, saudara-saudara penduduk kota surabaya, kita semuanya telah mengetahui, bahwa hari ini tentara inggris, telah menyebarkan panflet-panflet, yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua, kita diwajibakan, untuk dalam waktu yang mereka tentuken, menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang, mereka telah minta, supaya kita dateng pada mereka itu, dengan mengangkat tangan, mereka telah minta, supaya kita semua dateng kepada mereka itu, dengan membawa bendera putih, tanda bahwa kita menyerah kepada mereka.

Saudara-saurdara, didalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalaian telah menunjukan, bahwa rakyat Indonesia disurabaya, pemuda-pemuda yang berasal dari maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari pulau bali, pemuda-pemuda yang berasal kalimantan, pemuda-pemuda yang berasal seluruh sumatra, pemuda aceh, pemuda tapanuli dan seluruh pemuda-pemuda seluruh indonesia yang ada di surabaya ini, dengan pasukan masing-masing, pasukan rakyat yang dibentuk dikampung-kampung, telah menunjukan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol, telah menunjukan satu kekuatan sehingga mereka terjepit dimana-mana, hanya karena taktik-taktik yang licik daripada mereka itu, hanya dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya kesurabaya ini, maka kita tunduk untuk memberhentikan pertemuran, tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat dan sekarang inilah keadaanya.

Saudara-saudara kita semuanya, kita bangsa indoensia yang ada di surabaya ini, akan menerima tantangan tentara inggris itu, dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di surabaya, ingin mendengarkan jawaban rakyat indonesia, ingin mendengarkan jawaban selurh pemuda di indonesia yang ada disurabaya ini,  dengarkan lah ini tentara inggris ini jawaban kita, ini jawaban rakyat indonesia, ini jawaban pemuda indonesia, kepada kau sekalian

Hai tentara inggris, kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu, kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu, kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserah kan kepadamu, tuntutan itu walaupuan kita tahu, bahwa kau sekali lagi mengancam kita untuk mengempur kita dengan seluruh kekatan yang ada, tetapi inilah jawaban kita selama banteng-banteng indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat memiliki secarik kain putih, merah dan putih, maka selama itu tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga, saudara-saurada rakyat surabaya siaplah kedaaan genting, tetapi saya peringatkan sekalai-lagi, jangan mulai menembak-baru kalau kita ditembak, maka kita ganti menyerang mereka itu, kita tunjukan bahwa kita benar-benar orang yang ingin merdeka,tapi untuk kita saudara-saudara lebih baik kita hancur lebur dari pada tidak merdeka, sebelum kita tetap, merdeka atau mati, dan kita yakin saudara-saudara pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ketangan kita, sebab Allah selalu berada dipihak yang benar, percayalah saudara-saudara Tuhan selalu melindungi kita sekalian. Allah Akbar...Allah Akbar . . .Allah Akbar . . . MERDEKA. (Pidato Bung Tomo)
Pemuda-Pemudi Arek-Arek Suroboyo di Depan Hotel Majapahit
SIMATA NKRI bersama dengan Pemuda-pemudi Surabaya, kamis,19/9/13 di depan hotel mojopahit (yang dulu hotel orange/yamato) di Jalan Tunjungan 65 melakukan gerak theater mengenang Insiden “Insiden Bendera 19 September 1945, Penyobekan bendera Belanda, berwarna biru menjadi bendera sang saka merah putih”. Dan dikenang dengan Perjuangan arek-arek Soeroboyo.
*JR


Hari ini tepat 68 tahun silam, di sini terjadi peristiwa yang menjadi awal gerakan sporadis Arek-arek Suroboyo menantang dan melawan keinginan kolonial untuk kembali menancapkan kukunya menjajah bumi pertiwi, Indonesia.
Itulah gerakan heroik yang sulit dilupakan Arek Suroboyo. Sebab sejak hari itu, Surabaya terus bergolak. Kemudian berkobar dan mengakibatkan terjadinya puncak peristiwa yang terjadi pada 10 November 1945. Tanggal yang menjadi tonggak sejarah, sehingga Kota Surabaya memperoleh predikat “Kota Pahlawan”.
Betapa tidak, kejadian di tanggal 19 September 1945 yang dikenal dengan “insiden bendera” itu, merupakan pemicu semangat juang Arek Suroboyo. Peristiwa perobekan warna biru pada bendera Belanda tiga warna “merah-putih-biru” di atas gedung hotel Yamato menjadi peristiwa yang mengguncang dunia.
Peristiwa di Hotel Yamato (nama di zaman Jepang yang semula zaman Belanda bernama hotel Orange, kini bernama Hotel Majapahit) di Jalan Tunjungan 65 Surabaya itu, benar-benar memperkokoh persatuan pemuda pergerakan di Surabaya.

Dengan semangat tinggi arek suroboyo dengan senjata seadanya melawan pemenang Perang dunia ke II. Sebuah peristiwa yang begitu menyayat hati, betapa tidak. Hampir separuh warga kota hilang atau meninggal, celakanya peristiwa tersebut tidak pernah diketahui siapa yang bertanggung jawab?

Dan peristiwa tersebut menjadi cikal bakal kejahatan perang lainnya seperti gerbong maut yang menewaskan ribuan orang, kejahatan rawagede dan kejahatan westerling.  Dua peristiwa terakhir sudah ada permintaan dubes belanda kepada korban rawa gede yang masih hidupm dan kekejaman westerling di sulawesi, beruapa santunan. Yang sekali lagi menempatkan kita sebagai pihak terjajah.

Kini 68 tahun setelah peristiwa itu banyak hal yang terlupakan dari peristiwa itu baik kejadiannya  maupun spiritnya. Bila dulu simbolisasi penjajah dengan bendera Merah-Putih-Biru, dengan merobek Birunya Merah-Putih Jadinya, sekarang simbolisasi penjajah beragam bentuknya mulai dari yang kecil sampai ke besar, mulai yang mudah sampai yang njlimet, dan lainnya.mulai dari bayi sampai mati, semua masih berurusan dengan penjajah.
Untuk itu perlu sebuah persatuan dan spirit baru bagi kita semua untuk menghadapi penjajahan dalam bentuk dan wujudnya yang baru.   Oleh karena itu kami Aliansi Masyarakat Cinta NKRI( SIMATA NKRI) dalam memperingati insiden bendera menyerukan : 

1. Tolak dan lawan segala bentuk penjajahan.
2. Jadikan pembantaian warga surabaya tahun 1945 sebagai kejahatan perang dan bawa eks negara sekutu  ke Mahkhamah Internasional.
3. Kenang Insiden 19 september 1045 sebagai hari Bendera.
4. Menyerukan kepada seluruh rakyat surabaya agar bersama-sama  meminta pemkot surabaya mengajukan kepada negara Wiwiek hidayat DKK sebagai pahlawan.

Sekian terima kasih
Salam SIMATA, NKRI HARGA MATI.


Kamis, 27 Juni 2013

Buruh di PHK, Karena Melawan MAJIKAN------->Benar-benar Sial.......

Foto Buruh Saat Membela Prinsip Hidup
www.Khatulistiwa Nusantara Media.com

Surabaya, 
Benar-benar Sial atau sekalian apes, betapa tidak dengan gaji/upah minimum di indonesia, hanya dengan mengajukan aspirasi pribadi untuk mengutarakan pendapat kepada pengusaha yang sekaligus sebagai majikan, buruh terancam di PHK karena dianggap tidak hormat dan loyal.

Diduga melakukan fitnah terhadap pengusaha, seorang buruh diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (26/6), dengan agenda pembacaan surat Dakwaan oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Dedy dari Kejari Surabaya.

Sidang berlangsung dipimpin Ketua Majelis Hakim, Achmad Fauzi, sementara terdakwa yang duduk dikursi pesakitan PN Surabaya didampingi Penasehat Hukumnya (PH) Sudibyo dan Nurana.

Dalam surat dakwaan JPU, terdakwa dianggap melanggar pasal 311 KUHP. Terdakwa pada tanggal 15 Maret lalu mengatakan bahwa, selama 10 tahun pihak Managemen PT Hasil Fastindo Khususnya Toko Hasil meralang karyawannya melaksanakan sholat Jum'at. Perkataan terdakwa hanya berdasarkan informasi dari Masrukin dan Eko Haryanto tanpa alat bukti.

Atas surat dakwaan jaksa tersebut, terdakwa melalui PH nya akan menyampaikan keberatan kepada Majelis Hakim pada sidang berikutnta.

"Kami sebagai penasehat hukum terdakwa, akan menyampaikan eksepsi. Kami mohon dikasih waktu satu minggu" ujar Ana panggilan Nuriana.

Usai persidangan, Penasehat Hukum terdakwa, Sudibyo, mengatakan, keberatan atas dakwaan jaksa.

"Pada sidang minggu depan, kami akan menyampaikan keberatan kami atas dakwaan jaksa" ujarnya.

Kasus ini bermula dari tuntutan buruh di toko hasil untuk bebas melaksanakan ibadah sholat juma'at tanpa adanya diskriminasi.

Dari tuntutan tersebut, pihak perusahaan PT Hasil Fastindo bukannya memberikan kesempatan yang cukup kepada buruhnya untuk beribadah sholat Jum'at, malah dikeluarkannya kebijakan tentang sholat jum'at berguilir yaitu 1 kali sholat jum'at, 2 kali tidak sholat jum'at.

Namun kebijakan tersebut ditolak oleh buruh. Dari penolakan buruh tersebut, akibatnya buruh mendapat sanksi berupa PHK.

Mahfud Zakaria, tetap mendampingi anggotanya di Toko Hasil yang akhirnya mereka dipolisikan oleh pengusaha.

Kasus inipun mendapat perhatian dari MUI Jatim, GUIB, Komnas Ham serta Disnaker Trans Kota Surabaya. Dari gelara yang dihadiri oleh saksi ahli hukum ketenagakerjaan dari Pemprov, Unair, Korwas Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim, dan perkuat dengan surat dari MUI Jatim, GUIB, Komnas Ham.

Maka pada akhirnya PPNS Disnaker Kota Surabaya membuat kesepakatan dengan Benny Sutanto selaku Kepala toko hasil menandatangani jafwal sholat jum'at bergilir.


Sehingga terasa janggal dan aneh bila Mahfud Zakaria tetap disidangkan dengan tuduhan Fitnah, sesuai dengan pasal 311 KUHP.J/admin

Minggu, 02 Juni 2013

Salam Nusantara


Salam Hormat
...................................................................................................................................................................
Korupsi di negeri ini memang luar biasa. Sedemikian luar biasanya sehingga KPK dan lembaga kepolisian harus bertengkar sendiri secara terbuka tentang bagaimana cara menangani anggotanya yang diduga melakukan korupsi. Andaikan sejak dini anak-anak negeri ini sudah dibiasakan taat pada aturan demi  kebaikan bersama, tentu saat ini kita relatif bebas dari korupsi. Itulah salah satu substansi pesan hasil penelitian Kohlberg tentang perkembangan moral.





Singkatnya, hukuman, penghargaan, teladan, dan kajian akademis terhadap nilai moral merupakan alat hierarkis pendidikan moral, termasuk pendidikan antikorupsi.

Bertolak dari kerangka teori hierarki per­kembangan moral versi Kohlberg, dapat di­simpulkan  bahwa korupsi  yang merajalela di negeri ini bersumber dari minimnya penegakan aturan secara konsisten  sejak dini. Benarkah demikian?

Kalau kita cermati realitas kehidupan sehari-hari, amat mudah ditemukan perilaku melanggar aturan yang dilakukan oleh berbagai pihak di negeri ini. Jalan raya adalah cermin wajah kita dalam hal taat pada aturan. Tidak sulit kita temukan orang tua saat  mengantar anaknya ke sekolah memakai mobil, entah mobil berharga milyaran atau puluhan juta rupiah, yang melanggar rambu-rambu lalu lintas, dan tak jarang  sambil mengoperasikan telepon.  Lalu, bagaimana mungkin orang tua dapat bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya secara konsisten tentang aturan berlalu lintas dan aturan lainnya, kalau  ia sendiri mengantar si anak ke sekolah sambil melanggar aturan berlalu lintas?

Masih tentang berkendaraan, di pinggiran kota sangat mudah dijumpai orang tua melatih anaknya yang masih ingusan mengendarai sepeda motor, biasanya tanpa memakai helm dan  hasilnya luar biasa. Para orang tua yang tidak bertanggung jawab tersebut sukses besar. Setiap hari libur, jalan-jalan di pinggir kota dipenuhi oleh anak-anak ingusan bersepeda motor, tanpa memakai helm, umumnya berboncengan bisa sampai empat orang dengan kecepatan mencengangkan, ada pula yang sambil mengoperasikan HP.
Aturan berkendaraan di jalan raya adalah aturan untuk kepentingan keamanan diri sendiri, tetapi pelaksanaannya dengan sendirinya akan bermanfaat bagi orang lain.


Aturan ini  sangat jelas pasal-pasalnya dan mudah diawasi pelaksanaannya. Oleh karena itu, dalam konteks pendidikan anti korupsi, pertanyaannya adalah ketika aturan yang amat jelas untuk keamanan diri sendiri ini dilanggar dan dibiarkan, bagaimana mungkin orang akan menegakkan aturan yang lebih kompleks dan menyangkut kepentingan orang lain, termasuk aturan tentang  korupsi?

Tanpa harus mengacu pada hasil penelitian dan teori tertentu, dengan akal sehat saja–tentu saja bagi yang masih sehat akalnya–kita bisa paham bahwa  taat  pada aturan adalah landasan kukuh bagi kehidupan bermoral, tak terkecuali,  kehidupan minus  korupsi, suap,  dan sejenisnya. Atau kalau mau bukti sederhana tanpa teori muluk-muluk,  coba tengok negeri-negeri yang bersih dari korupsi. Ketertiban mereka di jalan raya sungguh luar biasa. Kuncinya hanya satu, penegakan aturan secara konsisten tanpa kompromi. Bagi mereka, aturan adalah aturan yang tidak boleh diatur lagi sesuka hati oleh siapa pun.

Singkat kata, mengukuhkan niat untuk menaati aturan, kapan pun dan di mana pun kita berada sebagai sumbangan gratis kita kepada negeri ini dalam memberantas korupsi. Kalau negeri-negeri tidak ber-Pancasila dan sekuler saja bisa membersihkan diri dari korupsi, seharusnya negeri ini bisa melakukannya lebih cepat dan lebih baik, katakan tidak pada manipulasi aturan sebagai landasan pemberantasan korupsi.  Kita pasti bisa.
...................................................................................................................................................................

Kamis, 20 Desember 2012

BNNK GRESIK - - - - - > PERHATIAN : Informasi Penting Tentang Bahaya NARKOBA.

BNNK GRESIK

Katakan tidak pada narkoba! Hanya orang bodoh yang bisa masuk ke dalam jeratan narkoba, zat dan obat-obatan terlarang. Para pengedar dan pembuat barang-barang setan tersebut akan melakukan berbagai promosi bujuk rayu menjebak mereka kepada orang-orang yang lemah iman dan tidak punya akal sehat untuk menjadi budak mereka.

Orang-orang yang sudah terkena narkoba bisa dibilang mayat hidup karena mereka seperti budak di mana jika dia tidak bisa mendapatkan barang haram tersebut dia akan rela melakukan apa pun yang kita inginkan jika kita memiliki barang haram itu. Efek kecanduan / ketagihan pada narkoba menyebabkan seseorang tidak konsen untuk menjalani hidupnya karena yang dipikirkan hanya bagaimana cara agar bisa mengkonsumsi narkoba terus menerus.


DEKLARASI PEMKAB GRESIK

Tips Cara Menghindari Narkoba


Berikut ini adalah tips bagi anda untuk memperkuat benteng dalam melawan narkoba yang mungkin anda akan butuhkan suatu saat nanti :


1. Pandai Memilih Teman / Pergaulan
Pergaulan yang salah bisa menyebabkan kita terperosok sehingga kita harus berhati-hati dengan teman-teman kita sendiri. Kita pun harus berani mengatakan tidak pada narkoba serta meninggalkan kawan-kawan kita yang dapat merusak kita.
Carilah teman yang baru jika teman yang lama hanya berupaya menjerumuskan kita ke lubang yang dalam. Jika perlu pilih kawan yang biasa-biasa saja walaupun culun dan katro. Bergaul dengan orang saleh / soleh umumnya bisa menyelamatkan kita dari jerat narkoba.

2. Belajar Membedakan Yang Baik Dan Yang Salah
Kita harus tahu, berani mengambil sikap dan konsisten pada berbagai hal di dunia ini. Jika kita tidak mampu mengambil sikap yang terbaik bagi kita sendiri, maka setan-setan yang ada di sekitar kitalah yang akan menentukan nasib kita selanjutnya. Jika sudah jelas itu narkoba dan teman kita ajak kita pakai itu, ya tolak ajakannya, segera tinggalkan dia dan blacklist dia dari kehidupan kita agar kita. Ambil keputusan dengan cepat dan tepat sebelum dia menguasai pikiran kita dan akhirnya berani coba-coba.

3. Tingkatkan Iman dan Taqwa Kita Kepada Tuhan YME
Memakai narkoba itu dosa karena hanya menyakiti dan merusak tubuh dan pikiran kita sendiri. Dengan dosa yang terakumulasi sedemikian besar maka setelah mati kita akan masuk neraka. Narkoba juga menjauhkan kita dari Tuhan karena di otak kita hanya narkoba dan narkoba lagi dan lagi.

4. Berhubungan Dengan Narkoba Itu Perbuatan Kriminal
Kita harus takut pada narkoba karena kalau polisi tahu kita memakai narkoba kita bisa langsung dilempar ke penjara yang sunyi, dingin dan menakutkan. Dipenjara itu tidak enak karena kita akan disiksa oleh penghuni tahanan lainnya serta diperas oknum dan penjahat lainnya.

5. Narkoba Adalah Candu Yang Menjadikan Kita Budak Setan
Sekali kita pakai narkoba maka selamanya kita akan ketergantungan pada benda haram tersebut. Kita saja tidak ketergantungan pada nasi karena bisa makan mie. Tapi untuk kasus narkoba kita tidak bisa mencari alternatif karena yang kita harus lakukan hanyalah pakai narkoba terus menerus sampai mati. Dengan menjadi budak kita akan lebih mudah disetir orang yang punya narkoba karena jika kita butuh dan hanya dia yang punya barang, maka kita bisa menyerahkan seluruh harta dan nama baik kita untuk sedikit barang haram.


6. Narkoba Hanya Membuat Rugi
Narkoba itu mahal, sulit didapat, merusak akal sehat, merusak pikiran, berpotensi membunuh kita, membuat kita tampil bodoh, bisa membuat kita masuk penjara, masuk neraka, menghancurkan raga kita, menghancurkan hubungan keluarga dan orang lain, dan lain sebagianya. Narkoba tidak ada untungnya karena keuntungan yang diberikan hanyalah semu yang sementara namun duka yang mendalam berada di baliknya.

7. Terus Mengikuti Informasi
Modus-modus baru mungkin dapat bermunculan setiap saat. Hati-hati dan jangan sampai kita terjebak karena kita tidak tanggap atas hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Jaga anggota keluarga kita dengan menginformasikan mereka tentang narkoba yang terjadi di lingkungan sekitar.
Semoga anda selalu terbebas dari narkoba dan zat adiktif lainnya.

BNNK Gresik.