PT Perkebunan Nusantara X (Persero), Berhasil dalam Meningkatkan Rendemen Tebu.

"Sedangkan PG Ngadiredjo sekarang tercatat sebagai PG dengan rendemen tertinggi di seluruh PG milik BUMN," ujar Sekretaris Perusahaan PTPN X, M. Cholidi di Surabaya (22/10)... readmore> Update by Khatulistiwa Nusantara Media- www.khatulistiwanusantaramedia.com.


Salam Nusantara

Korupsi di negeri ini memang luar biasa. Sedemikian luar biasanya sehingga KPK dan lembaga kepolisian harus bertengkar sendiri secara terbuka tentang bagaimana cara menangani anggotanya yang diduga melakukan korupsi..... readmore> Update by Khatulistiwa Nusantara Media- www.khatulistiwanusantaramedia.com.

BRAVOO.....SEMAKIN TERDEPAN, Polres Sidoarjo Gelar Operasi Zebra SEMERU 2012

Sidoarjo, KNM – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih cukup tinggi, hal ini disebabkan karena faktor manusianya (Pengemudi).... readmore> Update by Khatulistiwa Nusantara Media- www.khatulistiwanusantaramedia.com.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Harun

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Harun, Siap Memberlakukan Kurikulum Baru.

Surabaya, KNM. Jawa Timur siap memberlakukan kurikulum baru yang mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2013 mendatang. Saat ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur telah menyiapkan segala yang diperlukan termasuk kesiapan SDM.... readmore> Update by Khatulistiwa Nusantara Media- www.khatulistiwanusantaramedia.com.

Kepala Dinas Peternakan Jatim Siap Hadapi Pendemo Daging

Surabaya, KNM. Kelangkaan daging sapi dua hari belakangan ini, membuat banyak pihak terheran-heran. Sebab, terkhusus di Jatim stock/persediaan daging sapi masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.... readmore> Update by Khatulistiwa Nusantara Media- www.khatulistiwanusantaramedia.com.

Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Oktober 2013

PT.KERETA API Daop8 dan PELINDO III, BONGKAR.....??? 35 Kepala Keluarga, di Kalimas Jadi Korban

Logo Baru PT.KAI
PT.KERETA API Daop8 dan PELINDO III, BONGKAR.....???
35 Kepala Keluarga, di Kalimas Jadi Korban

Surabaya-Dampak peristiwa penggusuran rumah warga di kalimas sekitar jalan Jakarta (10/12). kata Agung warga kalimas (40) saat diwawancarai di POSKO PEDULI KALIMAS, oleh wartawan KNM, “Kiriman unit Beghoo (pembongkar banguna beton), Buldoser (mesin perata tanah) dan ditambah lagi pasukan dari  Polda Jatim, setidaknya 1500 personil, sangat aneh dibandingkan dengan warga kalimas dengan jumlah 35 Kepala Keluarga (KK)  kami minor/kecil disini, di tempat kami tinggali selama -/+60th lebih, tiba-tiab tanpa kordinasi apaun itu, tiba-tiba pembongkaran terjadi, karena kami mengalami keanehan, kenapa tiba-tiba HPL (Hak Penggunan Lahan) Kalimas yang lama tidak diurus, malahan kami yang membayari pajak bumi dan bangunan/PBB ini tiba-tiba di tahun 2013 akhir ini rumah kami harus dibongkar paksa tanpa adanya pembicaraan/musyawarah (10/12), saya yakini disini ada 3(tiga) asset, antara lain : APBD (Anggaran Pendapatan Badan Daerah); Rampasan Perang (Bangunan Induk) dan Swadaya Masyarakat. 35 Kepala Keluarga tersebut berada didalam wilayah Kelurahan Perak Utara. 

PREMAN TOPI PUTIH-RAMPAS HARTA BENDA - Eds.1
Kejadian Pembongkaran PAKSA pada pagi sekitar pukul 10.00 hingga menjelang sore terus berangsur memanas, dengan ditambah lagi kiriman preman/pekerja sewaan yang memakai Topi berwarna Putih yang berjumlah 5 gerbong untuk membantu 1500 personil yang diturunkan dari POLDA berserta water cannon, dan K-9 dan sudah mendapat perintah untuk menggigit warga yang +/- 60th sudah berada di tanah itu. 
Setelah Pembongkaran Paksa 35rumah warga kalimas, itu hanya tahap ke-1 dari rencana PT. KAI, jelas Agung(40). Setelah berhasil dalam pembongkaran paksa rumah warga kalimas tersebut, PT.KAI langsung membangun pembatas dinding beton yang menutup akses, supaya tidak terjadi kegiatan perlawanan dari warga kalimas. Disekitaran, pinggiran dinding beton itu yang di buat oleh PT.KAI, dengan tercerai berainya warga akibat tragedi kalimas, warga membuat sebuah posko peduli dimana tempat menjadi perlindungan terakhir warga, karena harta benda sudah tidak ada lagi, karena hilangan bersamaan dengan bongkar PAKSA PT. KAI disekitaran jalan Jakarta sebenarnya hanya inplacement dan non inplacement terbongkar. Oleh petugas gabungan aparat keamanan, area jalan Jakarta dua arah itu ditutup sementara sambil menunggu warga benar-benar menyerah dan pergi.

Tidak ada pemberitahuan maupun bantuan kecil dari pemerintah KOTA/PROVINSI, sedangkan kami ini juga berKTP-Surabaya, Tertib Berbayar PAJAK, dan juga warga Surabaya yang berdomisili di sini +/-60th lebih kami juga membesarkan Kalimas ini bersama-sama, Warga Kalimas RT.3 pun pernah berkirim surat kepada Direksi Pelindo III untuk agenda Hearing/Jajah Pendapat, dengan asumsi untuk pembicaran mengenal HPL (Hak Pengelolahan Lahan) sedangkan HPL yang dimiliki oleh PELINDO III itu bertahun 1988, sedangkan kami ini sudah berada +/-60th , Agung(40th) , warga kalimas Surabaya, menyatakan, insiden kemarin termasuk yang terparah sejak 7(Tujuh) bulan terakhir.”Saya merasa tidak setuju, dan akan tetap memperjuangkan terus, karena kami merasa belum memiliki kesepakatan bersama dan itu hanya berupa resume, Tapi, kalau ini memang Proyek Negara, kami pun siap membantu dalam, tetapi dengan secara jelas,”ungkapnya.

Warga mengeluhkan insiden yang terjadi di KALIMAS tempat kami dan WALIKOTA cenderung membiarkan kejadian ini, kami dan warga pun membuat POSKO ini merupakan hasil dari swadaya masyarakat, bukan dari pemerintah dari RT.3 yang berjumlah 35KK Kampung Kalimas, akibat dari pembongkaran paksa rumah kami. Bahkan, jalan tembus barat Stasiun KALIMAS yang biasa kami lewati kemarin terpasang dinding beton pemisah. Untuk keluhan rumah, kata Agung kepada Wartawan, RUMAH DINAS itu merupakan bahasa pengucapan dari PT.KAI, sedangkan kami ini, adalah masyawarakat/warga Kalimas, “Masyarakat RT.03, yang beranggotakan hanya 35 KK (Kepala Keluarga) belum lagi 1500 Aparat Kepolisian belum lagi ditambah PREMAN 5 unit Gerbong dengan menggunakan Topi Putih apakah ini menjadi sebuah konspirasi besar yang menurut kami sangat.”Rasanya kami sudah capai, dan merasa dipisahkan dengan keluarga-keluarga kami, dan ini paling parahnya pihak pemerintah tidak ada yang memperhatikan,”ucapnya.

Sachiroel Alim Anwar foto : KG.com
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar area Kalimas di wilayah RT.03 ikut hancur menjadi puing-puing bersama dengan harta benda kami. Apalagi dengan adanya musim hujan sekarang ini, keluarga yang 35KK ini tidak tahu, berada dimana kami berada, tetapi dengan kami mendirikan POSKO dan disertai  dengan Dapuur Umum, ini membuat kami semakin terpuruk disertai dengan Musim Hujan yang akan turun. 
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Mochamad Anwar,SH.,MSi yang meninjau langsung kelapangan, menuturkan kekecewaan kepada Pemangku Kekuasan Pemerintahan dan Swasta, “Saya sangat kecewa, ”kata Anwar, “Bagaimana bisa hal ini terjadi, sebelum ada kesepakatan dari kedua-belah pihak, sedangkan KOMNAS HAM( Jakarta pun hanya membawa resume yang dibawa kesurabaya, bukan merupakan sebuah kesepakatan, ini adalah aksi Anarkis dari sebuah penguasa, kalau dulu itu Zamannya Kolonial Belanda, tapi sekarang ini, Zamannya Kolonial Penguasa-penguasa yang ada di Indonesia, yang hanya berani hanya menggunakan wewenang jabatan, apakah itu tidak ada unsur/indikasi, “MERAMPOK WARGA Indonesia yang Mempunya KTP (Kartu Tanda Penduduk) Surabaya, Pembayar PAJAK(PBB), Taat Beribadah serta mempunyai Agama, tiap-tiap peraturan daerah kami taati. Kami merasakan Pemerintahan Sedang, ”MATAnya BERKEDIP-KEDIP, yang lebih besar lagi, dengan peristiwa seperti ini, tragedi yang terjadi di kalimas ini, Warga Kalimas, menjadi korban dari insiden pembongkaran rumah, dengan meng-isue-kan,”Kalimas adalah Asset PT.KAI, tetapi secara HPL(Hak Pengelolahan/Pemakaian Lahan), yang menurut informasi, yang diterbitkan ditahun 1988 mengenai area kalimas, kami kemarin (10/12), karena tidak ada perhatiannya dari Pemprov, Pemkot dan pihak Pengayom Keamanan, saya akan tetap mendampingi warga kalimas, karena itu menjadi tugas saya, tanpa harus diminta, ”tuding Anwar. 

Walau tanah kalimas yang ditempati warga RT.03 dijalan Jakarta, yang menurut informasi, bahwa PELINDO III memilik HPL (Hak Pengelolahan Lahan) yang terbit ditahun 1988, tetapi pada waktu hearing yang pertama dengan kami, pihak PELINDO III tidak bisa membukan Peta/keterangan yang jelas untuk tidak bisa membuktikan, saat Hearing pertama disalah satu Hotel disurabaya, bersambung. (j*).
 - - - 

Jumat, 12 Juli 2013

"IZIN BODONG" 8(delapan)unit Kontainer Produk Holticultura Dimusnahkan KPPBC Tanjung Perak Surabaya.

Foto: Pemusnahan holtikultura tanpa ijin
KhatulistiwaNusantaraMedia.com
Karena dari sisi karantina sudah tidak layak untuk diedarkan secara bebas, 8(delapan)unit kontainer produk holtikultura, dimusnahkan dengan cara digilas kemudian ditanam di sebuah lubang sedalam enam meter.

Pemusnahan itu terjadi di Ngoro, Mojokerto, Selasa (2/6). Delapan produk holtikultura yang mayoritas sayuran itu dimusnahkan atas rekomendasi Balai Karantina Pertanian Jawa Timur. Alasan dilakukan pemusnahan itu karena untuk memperlancar arus barang impor-eksport terutama container reefer di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Selain itu, produk holtikultura yang jumlah totalnya 304 kontainer ini tidak mengantongi Rekomendasi Import Produk Holtikultura (RIPH).

Agung Kuswandono
Kepala Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,  Agung Kuswandono/foto(ktksi.com)
Lebih lanjut Kepala Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Agung Kuswandono menjelaskan, awalnya ada 304 kontainer yang berisi produk holtikultura yang tidak dilengkapi RIPH untuk diedarkan ke seluruh Indonesia, masuk melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sebagai pintu masuk holtikultura.

“Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya memang menjadi salah satu tempat masuknya sayuran umbi lapis segar, buah segar dan sayuran segar. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 90/Permentan/OT.140/12/2001 tanggal 14 Desember 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18/Permentan/OT.140/2/2008 tentang Persyaratan dan TIndakan Karantina Tumbuhan Untuk Pemasukan Hasil Tumbuhan Hidup Berupa Sayuran Umbi Lapis Segar ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 42/Permentan/OT.140/6/2012 tanggal 13 Juni 2012 tentang Tindakan Karantina TUmbuhan Untuk Pemasukan Buah Segar dan Sayuran Buah Segar Ke Wilayah Negara Republik Indonesia, “ ujar Agung.

Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Pertanian no. 60/Permentan/OT.140/9/2012 tanggal 24 September 2012 tentang RIPH, lanjut Agung dan Peraturan Menteri Perdagangan RI No.30/M-DAG/PER/9/2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perdagangan nomor 30/M-DAG/PER/5/2012 tentang Ketentuan Import Produk Holtikultura maka diwajibkan untuk importasi produk holtikultura, dapat dilakukan oleh Importir Produsen (IP) atau Importir Tertentu (IT) Holtikultura setelah memiliki RIPH dari Menteri Pertanian dan Surat Persetujuan Import dari Menteri Perdagangan.

“Namun, 15 perusahaan importer yang mengimport 304 kontainer produk holtikultura ini belum mengantongi RIPH sudah mendatangkan produk holtikultura ini dari berbagai negara. Setelah mendapat rekomendasi dari Balai Karantina, proses pemusnahan pun dilakukan, “ ungkap Agung.

Masih menurut Agung, pemusnahan itu sendiri terjadi sejak 17 Mei 2013 hingga 26 Juni 2013, dilakukan di dua tempat. Pertama dilakukan di CV. SInergi Karya Bersama yang berlokasi di Ngoro, Mojokerto dan PT. Exelent Kencana, Gresik. Untuk pemusnahan di Ngoro Mojokerto sudah 224 kontainer dan Gresik sebanyak 80 kontainer.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tanjun Perak Surabaya, Ircham Habib menambahkan, untuk delapan container yang dimusnahkan Selasa kemarin, nilainya ditaksir Rp. 800 juta. Sedangkan 304 kontiner yang diamankan KPPBC Tanjung Perak Surabaya sendiri ditaksir senilai Rp. 30,4 miliar.

Berdasarkan data yang dimiliki KPPBC Tanjung Perak Surabaya, untuk jenis barang fresh apple berjumlah 43 kontainer, fresh garlic atau bawang putih berjumlah 50 kontainer, gresh grapes atau anggur berjumlah 2 kontainer, fresh logan atau kelengkeng berjumlah 2 kontainer, fresh mandarins atau jeruk mandarin berjumlah 163 kontainer, fresh oranges berjumlah 16 kontainer, fresh pamelo atau jeruk bali sebanyak 1 kontainer, fresh taro atau talas sebanyak 1 kontainer, frozen French fries atau kentang iris sebanyak 4 kontainer dan onions atau bawang Bombay sebanyak 22 kontainer sehingga total keseluruhan adalah 304 kontainer. JR.


Senin, 22 Oktober 2012

PT Perkebunan Nusantara X (Persero), Berhasil dalam Meningkatkan Rendemen Tebu.



Surabaya,KNM-PT Perkebunan Nusantara X (Persero) mencatatkan tiga Pabrik Gula (PG) miliknya di jajaran lima besar PG dengan rendemen tertinggi di Indonesia. 
Ketiga PG tersebut yaitu PG Ngadiredjo (Kediri), PG Modjopanggoong (Tulungagung) dan PG Pesantren Baru (Kediri).


"Sedangkan PG Ngadiredjo sekarang tercatat sebagai PG dengan rendemen tertinggi di seluruh PG milik BUMN," ujar Sekretaris Perusahaan PTPN X, M. Cholidi di Surabaya (22/10). Rendemen PG Ngadiredjo saat ini sudah mencapai 8,69%.

Dikatakan Cholidi, kapasitas giling PTPN X saat ini mencapai sekitar 37.000 ton tebu per hari (TCD). Ke depan akan dikerek ke level minimal 40.000 TCD.

"Namun tentu saja dalam hal ini kami akan mempertimbangkan sumber pasokan dari petani," ujarnya. Karena itu persero terus mengkaji perluasan lahan-lahan baru potensial di beberapa wilayah di Jawa Timur, seperti di Madura, Bojonegoro dan Tuban. Saat ini, perseroan juga dipercaya Kementrian BUMN untuk menangani Pabrik Gula Takalar, Bone, dan Caming yang ada di Sulawesi.

Selain meningkatkan kinerja, perseroan juga terus mendorong efisiensi. Dalam hal konsumsi bahan bakar misalnya, PTPN X mampu menekan dari Rp128 miliar pada 2008 menjadi Rp8 miliar pada 2011 dan pada musim giling tahun ini diprediksi hanya Rp4 miliar.

Perseroan memaksimalkan ampas tebu untuk bahan bakar. "Sesuai road map kami, PTPN X bisa bebas atau zero BBM untuk pengolahan pada 2014. Bahan bakar harus minim karena tebu punya karakteristik sebagai sumber energi, ujar Cholidi.(F/admin)